Sabtu, 07 Mei 2011

Welcome back, Dee! (part I)



Terombang ambing dalam jutaan rasa ragu dan resah.. saya lelah merasakan kelelahan. Sekian lama saya merutuki nasib, enggan menerima kenyataan pahit dan perlahan mulai menghujat, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan keadaan, diam meratap, mengasihani diri sendiri dengan beribu pembelaan yang justru membuat segalanya semakin membuat saya menderita.
Mengais sisa sisa asa yang nyatanya saya tau pasti kemana arahnya. Saya tau pasti apa jawabnya, sedangkan jiwa ini tetap tak ingin beranjak, menikmati bongkahan rasa malas dan kecewa yang tak henti membuat saya muak bahkan pada sesuatu yang sungguh; percuma.
Andai, saya tak ingin lagi berandai..
Cukup, saat ini ingin segera saya cukupkan..
Saya tak lagi akan menoleh pada ketidakpastian dan keputusasaan.. saya bosan menjadi si Dungu yang seolah-olah tak tau apa yang dituju.
Saatnya saya kembali menatap hamparan hambatan di depan, dan saya tidak akan menangis lagi. Saya belum kalah, saya siap menghalau badai yang datang.
Yeah, I am back!

Jumat, 08 April 2011

karena Allah lebih tau yang terbaik untuk kita =)

Dian Nurfajriah, A.Md
NIP 198920122010122002
Alhamdulillah, hari ini, Jumat, 8 April 2011 SK CPNSku keluar.. (sebenernya sih udah dari kamis, tapi baru diambil tadi pagi). Seneng. jelas. Rasa senang itu tak lain hadir karena ada sebuah harapan tentang gaji 80% dan rapel. Well, mungkin aku terlalu vulgar mengatakan hal ini. tapi memang kenyataannya seperti itu. aku belum cukup lihai merangkai kata-kata surga untuk mengungkapkan maksudku yang satu itu. gaji dan rapel, itu aja.
yang aku tau, aku sudah punya tujuan mulia  bulan depan. Sungguh rasanya sudah gatal tangan ini, ingin membuat orang tuaku bangga, ingin mengejutkan mereka dengan "ini lho buuk, paak, gaji pertamaku. bapak ibuk pengen apaaa aja aku beliin.. sekarang aku nggak akan minta lagi ma kalian, aku janji.. biar  aku membalas semua pengorbanan kalian sebagai tanda terima kasih dan banggaku telah memiliki orang tua sehebat kalian." (titik).
Ah, tapi harapan itu lagi-lagi tinggal kenangan. SK di tangan, kebahagiaan atas pengharapan itu langsung melayang. kok bisa?
begitulah.. sebuah kabar pasti menyatakan bahwa gaji 80% baru bisa diterima bulan Juni karena blablabla (nggak perlu ditulis disini).
kecewa?? of course, YES!
tapi apa iya aku harus protes dan memperjuangkan hakku, jika lagi-lagi masalahnya ada di birokrasi?
hmm...
dan lagi lagi ibuku yang super telah mengingatkanku sebelumnya.. "Ibuk dah bersyukur SKmu turun, masalah kapan kamu dapat gaji yang sepantasnya, Allah lebih tau kapan saat yang terbaiknya.. nggak usah terlalu berharap.. ikhlaskan, pasrahkan pada Allah.."
Subhannallah..
makasi ibukku yang super..
ibuk benar, ternyata arti dari kata-kata " Manusia punya rencana, Allah yang menentukan" akan lebih dalam kalau dihayati.. aku punya rencana buk, tapi sungguh, Allah yang Maha Tau kapan saat yang tepat rencanaku akan terealisasi atau mungkin akan digantikan dengan rencana Allah yang jauh lebih indah..
:)

Kamis, 24 Maret 2011

saya bukan wanita hebat, So?

Dibalik kesuksesan seorang pria, ada sosok wanita hebat di belakangnya..
Quote ini sering diungkapkan dimana-mana, oleh banyak orang-terutama laki-laki sukses; "Saya bisa sukses seperti ini tak lepas dari istri  saya yang hebat." 


Hmm..
Saya adalah seorang wanita yang sangat biasa-biasa saja. Mungkin anda akan berkata bahwa saya terlalu minder, terlalu rendah diri, atau bahkan orang yang cukup tidak tahu diri sehingga tidak tahu kehebatan semacam apa yang saya miliki.
Saya bukan orang yang pekerja keras, bahkan saya cenderung malas.
saya juga bukan orang yang tahan terhadap guncangan, saya lemah.
terlebih, saya tidak suka mengambil risiko, saya selalu bermain aman, pelan, dan yang penting nyaman.


Dengan segala ke-biasa-an saya itu, saya mulai berfikir tentang apa jadinya keluarga saya nanti. Saya-seperti halnya segala sifat saya yang cenderung biasa saja- hanya ingin memiliki sebuah keluarga kecil yang lengkap, dengan rumah mungil dan kendaraan secukupnya. Asal keluarga itu selalu merasa saling nyaman, saya sudah akan sangat puas.
saya bukan tipe orang pengejar harta. Bagi saya, uang sungguh bukan segala-galanya. Saya tidak menjadi gila melihat barang-barang bermerk terkenal atau berharga mahal. Saya tidak akan silau melihat semua itu, termasuk saat melihat seorang pria.
Bagi saya, seorang pria yang selalu memberikan perhatian ekstra dan mau bersimpati pada setiap keluhan saya, akan terlihat lebih macho daripada pria diseberang yang memakai mobil Maybach dan menjamu saya dengan berbagai kemewahan sementara dia sibuk dengan pekerjaan atau dunianya sendiri. Hmm.. jadi inget  lagunya cinta laura yang "cinta atau uang"..
Well, dengan bangga saya akan bilang bahwa saya bukan cewek matre!


Tapi, kembali lagi pada sosok pria sukses..
apakah ukuran dari kesuksesan seorang pria pada akhirnya??
dengan simple pasti rata-rata orang akan menjawab dengan uang.
dengan materi.
dengan limpahan harta, aset, blablabla..
beberapa orang idealis lainnya mungkin juga akan menjawab tentang sesuatu yang abstrak dan naif. Tapi, mari buka mata, banyaknya materi yang dimiliki seseorang merupakan akhir dari ukuran kesuksesan seseorang.
(titik)
(no offence)
Lantas, dengan segala ke-biasa-an dan ketidakmatrean saya ini, mungkinkah saya bisa menjadi seorang wanita yang ada dibelakang pria sukses?
atau justru saya akan menjadi penghalang bagi pria tersebut karena saya hanya seorang wanita yang sangat biasa??


Dukungan
Dengan simpel, beberapa orang bilang bahwa, dukungan dari wanita hebat lah yang akan menjadikan seorang pria menjadi sukses. sesimpel itu kah? atau justru saya yang belum tahu bagaimana sebenarnya cara para wanita hebat tersebut mendukung pria suksesnya?
Ish..
Bahkan untuk mendukungnya pun, saya sering merasa menjadi makhluk paling egois dan picik sedunia. Melihat calon pria sukses saya bekerja lebih dari biasanya membuat saya menjadi kesal. Bukankah seharusnya waktu ini kita habiskan berdua untuk sesuatu yang lebih manis daripada sekedar bekerja? Apakah anda lupa bahwa waktu kita mungkin sudah tidak lama lagi, dan saya ingin "kita" tanpa embel-embel kata kerja!!
huft..
Bukankah berkali-kali pula di otak ini berputar sederet kata; "lebihkan usahamu, Allah akan memberi lebih." tapi justru ketika calon pria sukses saya sedang melebihkan usahanya, saya justru membuatnya kesal dan tidak membantu apa-apa, memberi dukungan pun tidak!
How stupid I am..
T.T


Maafkan saya Calon pria sukses.. saya masih belum menyadari bahwa sebenarnya saya harus menjadi wanita hebat agar bisa mendukung anda..
mungkin anda perlu seringkali mengingatkan saya jika saya lupa..
saya akan belajar untuk anda..
:)

Rabu, 23 Maret 2011

kehilangan kata-kata

Dulu, aku adalah orang yang terlalu  menggebu-gebu menuliskan kalimat-kalimat romantis dalam bercarik-carik kertas..
Dulu, begitu mudah rasanya aku mengungkapkan apa yang ingin aku katakan dengan pilihan kata yang tepat, dan mengalir begitu indah..
Dulu..
mungkin itu hanya aku yang ada dalam otakku dulu..
pada kenyataannya, aku mulai menyadari bahwa diriku bukan apa-apa disini. Merangkai kata-kata pun tak lagi bisa kulakukan dengan lancar..
setiap kali blog ini aku buka, setiap kali pula aku mulai menghapus huruf demi huruf yang pada awalnya telah aku rangkai dengan bersusah payah..
inikah aku yang sebenarnya? atau memang inikah aku sejak dulu?


iri rasanya melihat betapa teman-temanku dapat merangkai ribuan kata indah dan membuatku terkagum-kagum saat membacanya.. kapan aku bisa menulis dengan hati kembali? Tulisanku tak lagi mempunyai nyawa..
ah..
jatuh cinta, patah hati, rindu, benci yang menggebu-gebu..
rasa itu akan sangat mudah mengubah kita menjadi pujangga secara tiba-tiba..
mungkin disitu letak kurangnya..
aku belum lagi menemukan jiwa, alasan untukku membuat sebuah tulisan agar lebih bernyawa..


hati ini rindu menulis kata-kata indah..
yang membuatku merinding dan merasakan ada "rasa" disana..
hati ini rindu mengungkapkan apa yang aku rasa dengan lebih leluasa..
aku menulis bukan untuk orang lain baca, aku ingin menulis untuk diriku sendiri..
bagaimana caranya?
:(

Jumat, 11 Maret 2011

.... comes true :)

Yeah, aku datang lagi!
^^
Setelah mondar-mandir kesana kemari dengan job baruku. Aku semakin sulit untuk berfikir jernih. Otakku serasa ruwet. But, over all aku enjoy dengan hidupku.

Ehem..
masih inget kan dengan obsesiku kemarin? sebuah sepeda Fixie..
:)
Yeah, Subhannallah.. Pertolongan Allah selalu datang dari mana saja..
Makasih banyak yah Bunnyku.. atas semua bantuan, pengorbanan dan dukunganmu..
makasih sayang..

akhirnya aku bisa punya ini:

Alhamdulillah...
walaupun masih kurang sedikiiiit lagi pengecatan di fork depannya, tapi nggak papa lah..
aku dah sangat puas..
hmm..
sekarang waktunya nabung lagi buat beli helm, kunci sepeda, standard, dan mungkin rem..
(kalo aku dah lancar nyekid sih kaya'na nggak butuh rem ya? masih bingung juga nie..)
dan yang paling penting, aku harus memberanikan diri bwt nyepeda..
hahaha
masih takut euy..

ok, lanjut tar lagi yah..
yang penting, inget..
jangan takut bermimpi, jangan takut berobsesi!
bermimpilah, Allah akan memeluk mimpi-mimpimu..
:)

update nie, setelah dicat, jadi ky gini deh...
bener-bener sempurna seperti yang aku inginkan..
makasih Bunny..
^^